Oleh Mohamad Sobary
Kalau direnungkan secara jernih, dengan sikap egaliter dalam memandang orang lain, bagaimana bisa seorang warga negara biasa, yang sama dengan kita, tiba-tiba disalahkan secara ramai-ramai dan diminta bertanggung jawab atas suatu perkara yang bukan kesalahannya? Jokowi itu warga negara merdeka dan boleh tidak berpikir mengenai apa yang berada di luar domain politik yang ruwet ini. Dilihat dari sikap, pemikiran, gaya hidup, dan ungkapan-ungkapan kebahasaannya, kita tahu ia hidup tanpa pretense yang bukan-bukan.
Beranda
Semua Postingan
Sabtu, 03 Mei 2014
Jumat, 18 April 2014
Institusi-Institusi Sosial Politik Islam Nusantara
Oleh Fathoni Ahmad
Kerajaan-kerajaan Islam telah menjamur di Nusantara sekitar abad ke-13 an. Kerajaan-kerajaan tersebut dipimpin oleh seorang Sultan. Nama ini sesungguhnya berasal Turki pada zaman Khalifah Turki Usmani yang pemimpinnya banyak bergelar Sultan dan gelar tersebut tentu memang berada di bawah seorang Khalifah.
Kerajaan-kerajaan Islam telah menjamur di Nusantara sekitar abad ke-13 an. Kerajaan-kerajaan tersebut dipimpin oleh seorang Sultan. Nama ini sesungguhnya berasal Turki pada zaman Khalifah Turki Usmani yang pemimpinnya banyak bergelar Sultan dan gelar tersebut tentu memang berada di bawah seorang Khalifah.
Khazanah Islam Nusantara di Sasak Lombok
Oleh Fathoni Ahmad
Orang Nusantara sejak dahulu dikenal sebagai orang-orang yang permisif dan terbuka terhadap kepercayaan atau keyakinan baru seperti halnya Islam yang datang ke wilayahnya. Tentu mereka sendiri mempunyai budaya dan tradisi sebelum tersendiri yang mengakar jauh sebelum agama monoteisme seperti Islam, dan lain-lain masuk.
Ulama dan Santri, Garda Depan Perjuangan Kemerdekaan Indonesia
Oleh Fathoni Ahmad
Peran sentral ulama-santri pada masa revolusi kemerdekaan telah terpinggirkan dalam penulisan sejarah ‘resmi’ negara. Itulah pernyataan Dr. KH. A. Hasyim Muzadi dalamendorsement-nya di buku ini. Tidak mudah mendapatkan ‘rasa’ sejarah ketika menelusuri episode sejarah yang hampir satu abad nyaris terpinggirkan atau lebih tepatnya dipinggirkan. Memang susah ditemukan peran ulama atau santri dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, bahkan dalam buku sejarah nasional yang dipelajari selama 12 tahun di bangku sekolah.
Senin, 14 April 2014
Memodernisasi Tradisionalitas Islam Nusantara
Oleh Fathoni Ahmad
Tradisi identik dengan kebiasaan yang
dilakukan oleh orang atau kelompok masyarakat dengan tujuan tertentu dengan
berbagai pola dan berlangsung secara terus-menerus. Tardisi memiliki peran
penting oleh kebanyakan masyarakat yang meyakininya. Jika seseorang atau
sekelompok orang tidak menjalani tradisi yang telah berlangsung lama, hal
tersebut dianggap asing, aneh dan tidak biasa. Hal demikian tentu tradisi yang
berkaitan dengan amalan sebuah agama tertentu.
Minggu, 06 April 2014
Wakil Rakyat Mestinya Menjadi Pemimpin yang Mewakili Rakyat
Oleh Fathoni Ahmad
Mampu
mengurus orang lain, entah itu masyarakat atau bangsa dari skala luas
direpresentasikan dari bagaimana dia mampu mengurus dirinya sendiri. Menjadi
pemimpin yang unggul tidak harus menunggu menjadi Kepala Desa, Bupati,
Walikota, Gubernur atau bahkan menjadi Presiden. Namun, pemimpin yang unggul
adalah manusia yang mampu menjadi pemimpin bagi dirinya masing-masing.
Setidaknya, dia mempunyai bekal untuk dapat memimpin orang lain.
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)





